Jumat, 20 Januari 2017

Menjajal "Resident Evil 7" di PlayStation VR

Suasana sekeliling terlihat gelap gulita. Pohon-pohon hanya berupa siluet di kejauhan. Di tengah hitam pekat itu, tiba-tiba muncul seorang nenek yang memegang lentera.



Sosoknya segera tampak mencolok di kegelapan malam. Punggungnya sedikit bungkuk. Si nenek menyeringai. Wajahnya yang keriput terlihat menyeramkan. Lalu dia mulai melangkah, mengejar.

Anda adalah seorang gadis yang entah mengapa harus kabur menghindari si nenek. Melihat sekeliling, ada koridor menuju rumah tua yang reyot di tengah kabut tipis Tak ada pilihan lain, tempat itulah yang dituju dengan langkah gontai.

Keadaan di dalam rumah tak lebih baik daripada di luar. Dinding, lantai dan atapnya sudah hancur di sana-sini, menyisakan banyak lubang. Aneka perabot tua nan berdebu tercecer berantakan.

Bayang-bayang dari lentera si nenek, dan dari banyak lilin yang entah bagaimana caranya banyak bertebaran di rumah itu, menciptakan situasi yang mencekam.

Si nenek berkeliling rumah mencari Anda sambil mulutnya komat-kamit. Dia menggumamkan sesuatu soal “keadaan istimewa” yang tidak disyukuri.

Anda lari dari ruangan ke ruangan untuk menghindari si nenek, bersembunyi di balik perabotan. Pokoknya jangan sampai tertangkap.

Setelah sempat kucing-kucingan selama beberapa waktu, Anda menemukan secarik kertas dengan tulisan berbunyi “Ada yang salah dengan dia” di sebuah lorong kecil di bawah tana

Anda menengok ke belakang, dan tiba-tiba si nenek sudah berada di sana. Close up wajahnya menjadi hal terakhir yang Anda lihat sebelum layar berubah gelap.

Minggu, 15 Januari 2017

Prosesor Setara Google Pixel, Le Pro 3 Dijual Rp 3,8 Juta

Smartphone Google Pixel yang baru diluncurkan sudah punya pesaing berat dari pendatang baru LeEco. Perusahaan asal China tersebut resmi memulai debutnya di pasar Amerika Serikat dengan ponsel Le Pro 3.
Ponsel Android tersebut memiliki spesifikasi yang mirip dengan Google Pixel namun dengan harga yang jauh lebih murah. Le Pro 3 dibanderol dengan harga 399 dollar AS (sekitar Rp 5,1 juta). 

Harga Google Pixel sendiri untuk versi paling bawah, versi layar 5 inci dan memori internal 32 GB, dibanderol Rp 8,5 juta. (Baca: Berapa Harga Smartphone Google Pixel dan Pixel XL?)

Sebagai promosi debutnya di AS, LeEco memberikan diskon Le Pro 3 sebesar 99 dollar AS menjadi 299 dollar AS atau sekitar Rp 3,8 juta.

"Jika pelanggan mengikuti program Up2U dari kami, bisa mendapatkan diskon 100 dollar untuk Le Pro 3. Perangkat ini bisa didapatkan dengan hanya 299 dollar AS saja," ujar Danny Bowman, Chief Revenue Officer LeEco North America, dalam acara "LeEco Big Bang Conference" yang dihadiri wartawan Kompas.com, Deliusno.

Le Pro 3 dibekali dengan chipset terbaru bikinan Qualcomm, Snapdragon 821. Prosesor ini juga digunakan di Google Pixel. (Baca: Ini Spesifikasi Lengkap Google Pixel dan Pixel XL) 

"Ini (Snapdragon 821) merupakan chipset terkencang dari seri Snapdragon. Le Pro 3 sangat bertenaga," tutur Rob Chandhok, Chief R&D Officer for LeEco North America.

Selain itu, Le Pro 3 memiliki layar 5,5 inci, RAM 4 GB, media penyimpanan 64 GB, kamera utama 16 megapiksel dengan lensa f/2.0, kamera depan 8 megapiksel, dan baterai 4.050 mAh.

Sayangnya tak ada slot untuk kartu microSD di perangkat ini. Le Pro 3 juga tidak menggunakan port 3,5 mm untuk jack audio, mirip iPhone 7. Sebagai gantinya, pengguna bisa  menggunakan port USB Type-C.

Le Pro 3 menjalankan Android 6.0.1 Marsmallow yang dipercantik dengan tampilan antarmuka eUI 5.8.

Salah satu kelebihan dari Le Pro 3 hadir di sisi baterai. Perangkat ini memiliki baterai yang cukup besar, yakni 4.070 mAh. LeEco mengklaim, dengan baterai sebesar itu, Le Pro 3 dapat digunakan untuk menelepon selama 33 jam non-stop.

Smartphone ini akan tersedia di AS mulai 2 November mendatang. Kapan Indonesia kebagian? Meski sudah memiliki kantor dan karyawan di Indonesia, LeEco belum memberikan pernyataan soal ketersediaan Le Pro 3 di Indonesia.

Selasa, 10 Januari 2017

Melihat Samsung Z2 dari Berbagai Sisi

Samsung resmi merilis smartphone bersistem operasi Tizen pertamanya di pasar Indonesia, yakni seri Samsung Z2 pada Rabu (19/10/2016).



Smartphone alternatif Android tersebut sudah mendukung teknologi 4G LTE di Indonesia, dan menyediakan slot dual SIM GSM. KompasTekno berkesempatan melihatnya dari dekat di acara peluncuran.

Samsung Z2 memiliki bodi berbahan plastik, desain candybar dengan ujung-ujung yang membulat. Punggung smartphone juga dibuat melengkung di sisinya untuk menambah ergonomi saat digenggam.

Layar Samsung Z2 mengusung materi TFT ukuran 4 inci resolusi WVGA dengan speaker dan kamera depan bersanding di atasnya. Di bagian bawah layar, terdapat tombol Home fisik dengan bentuk lonjong.

Melongok bagian belakang, lensa kamera dengan bingkai kotak didesain menonjol, sepintas mengingatkan kepada lini smartphone Samsung Galaxy S dan phablet Note terbaru. Lampu LED Flash disertakan oleh Samsung di sampingnya.



Fatimah Kartini Bohang/kompas.com
Tampak belakang Samsung Tizen Z2.
Untuk kamera sendiri, Samsung Z2 dibekali kamera utama resolusi 5 megapiksel di bagian belakang, dan kamera selfie resolusi VGA (800 x 600 piksel) di bagian depan.

Sementara colokan audio 3,5 mm berada di sisi bagian atas smartphone, dan konektor microUSB berada di sisi bawah.

Tombol daya ada di sisi kanan Samsung Z2, sementara tombol volume up dan down ditempatkan di sisi kiri smartphone Tizen ini.

Dari segi hardware, chipset Speadtrum SC9830I diusung oleh Samsung Z2, dipadukan dengan memori RAM 1 GB, dan memori internal 8 GB. Prosesor Samsung Z2 mengandalkan seri Cortex-A7 Quad-core 1,5 GHz, dan GPU (prosesor grafis) Mali-400MP2.

Untuk melihat foto-foto Samsung Z2 dari berbagai sudut, kunjungi Galeri Foto KompasTekno di tautan berikut ini.

Kamis, 05 Januari 2017

Saat Tidur, Pengguna Path Bisa Dikirimi Domba

Ada fitur baru yang "lucu" di aplikasi Path. Pengguna yang memasang status Go to sleep kini bisa mendapatkan domba sebanyak mungkin, dari orang-orang yang melihat posting-annya.



Caranya, pengguna mesti menekan ikon “+” dan memilih status Go to sleep. Setelah memilih status tersebut, pengguna akan mendapatkan gambar dan komentar otomatis dari Path mengenai jam tidurnya.

Di bawahnya Path menambahkan fitur baru berupa tombol Send over a sheep, tepat di bawah tulisan komentar dari Path.

Nah, setiap kali ada teman Path yang menyentuh tombol Send over a sheep, maka pengguna akan mendapatkan satu domba. Total domba yang diperoleh akan ditampilkan mengelilingi bulan sabit pada status pengguna.



screenshot
Contoh domba pada fitur Go to sleep di Path
Domba-domba tersebut hanya merupakan hiasan untuk mempercantik linimasa pengguna Path. Sementara ini tak terlihat ada fungsi khusus yang disematkan ke dalamnya.

Setelah pengguna bangun tidur dan mengganti status menjadi I’m awake, maka domba yang mengelilingi bulan sabit itu akan menghilang. Gantinya, akan muncul hitungan yang menunjukkan jumlah domba yang dikirimi teman selama tidur.

Bentuk status Go to sleep ini pun berubah. Bila sebelumnya hanya menampilkan sebaris komentar dan ikon bulan sabit, sekarang lebih menonjolkan unsur grafis dengan menjadikannya posting-an foto berukuran besar.
Status Go to sleep atau I'm awake juga dilengkapi foto latar belakang yang ditampilkan secara acak. Sekilas, teknik foto latar yang acak itu mirip dengan teknik yang digunakan pada fitur #Pathdaily.

Baca: Cara Bikin Posting-an #PathDaily di Path

Pantauan KompasTekno, pembaruan ini muncul pada Kamis (20/10/2016), dalam aplikasi Path versi 5.7.0 untuk sistem operasi Android. Belum diketahui apakah Path memiliki rencana tertentu soal fitur ini.

Jumat, 30 Desember 2016

Motorola Kembali ke Indonesia dengan Moto E3 Power

 Desas-desus soal kembalinya ponsel Motorola di Indonesia akhirnya terkonfirmasi. Hari ini, Kamis (20/10/2016), Lenovo selaku induk perusahaan Motorola, mengumumkan bakal memboyong seri ponsel Moto E3 Power ke Tanah Air.



"Varian Power ini eksklusif untuk Indonesia. Kalau di global cuma Moto E3 saja," kata Country Lead Mobile Business Group Lenovo Indonesia, Adrie Suhadi, dalam acara jumpa media di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jakarta.

Adrie masih enggan mengungkap tanggal pasti peluncuran Moto E3 Power. Ia cuma menyebut Oktober sebagai bulan perilisan seri Moto termutakhir itu.

Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Lenovo sekaligus mengumbar komitmennya dalam memenuhi aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan pemerintah. Pabrikan China itu bakal memproduksi produk-produk Moto di Serang, Banten.

Hal ini dimungkinkan kerja sama dengan pabrikan lokal TDK yang selama ini sudah berkolaborasi dalam memproduksi lini Lenovo sejak 2015 lalu.

Fasilitas pabrikasi untuk Moto sendiri memiliki dua lini produksi dengan kapasitas 90.000 unit per bulan. Kapasitas itu untuk produk mid-end dan high-end. Lalu, lini produksi bagi ponsel low-end bisa menghasilkan 75.000 hingga 150.000 unit per bulan.

Kominfo menyambut hangat itikad baik yang ditunjukan Lenovo sebagai pabrikan global yang berbisnis di Tanah Air. Meski demikian, Menkominfo Rudiantara mengatakan pemerintah tetap bersikap netral ke semua vendor.

"Kami tidak mendiskriminasi siapa pun. Kalau (vendor) berproses dengan Kominfo seperti Lenovo, kami pasti sambut. Soal kenapa Lenovo kelihatan tempel (dengan Kominfo) mungkin karena komunikasi saja," kata menteri yang kerap disapa RA tersebut dalam kesempatan yang sama.

Beberapa spesifikasi Moto E3 Power meliputi layar HD 5 inci, kamera utama 8 megapiksel, kamera selfie 5 megapiksel, RAM 2 GB, prosesor quad-core 64 bit, serta sistem operasi Android Marshmallow.

Embel-embel "Power" menunjukkan kemampuan baterai yang lebih mumpuni. Lenovo mengklaim baterai E3 Power cuma butuh diisi ulang selama 15 menit untuk ketahanan 5 jam. Untuk semua kemampuan itu, Motorola Moto E3 Power dibanderol Rp 1 jutaan.

Minggu, 25 Desember 2016

LeEco Le S3, Android RAM 3 GB Berbanderol Rp 3 Juta

LeEco memulai debutnya di pasar Amerika Serikat dengan merilis dua smartphone sekaligus. Selain Le Pro 3, vendor asal China ini juga merilis Le S3.



"Selain Le Pro 3, kami juga merilis sang adik kecil, Le S3," ujar Rob Chandhok, Chief R&D Officer for LeEco North America di hadapan ratusan media, termasuk wartawan Kompas.com Deliusno.

Le S3 sendiri bagaikan saudara kembar dengan Le Pro 3. Keduanya memiliki desain fisik yang mirip. Hanya saja, Le S3 hadir dengan spesifikasi yang lebih rendah. Perangkat yang satu ini memang diposisikan di kelas menengah oleh LeEco.

Le S3 dibekali dengan layar berbentang sama dengan Le Pro 3, yakni 5,5 inci. Meskipun begitu, resolusi layar Le S3 hanya HD 720p. Layar Le Pro 3 sendiri mendukung resolusi Full HD 1080p.

Untuk "otak" pemrosesan, LeEco menyerahkannya kepada Snapdragon 652 bikinan Qualcomm. Meski tidak sekencang Snapdragon 821 di Le Pro 3, LeEco menjamin bahwa chipset tersebut sudah lebih dari cukup.

"Chipset itu (Snapdragon 652) bisa membuat Le Pro 3 memainkan game dengan grafis yang intensif. Kegiatan multitasking juga semakin nyaman menggunakan chipset tersebut," tutur Chandhok.

Kelengkapan lainnya, Le S3 dibekali dengan RAM 3 GB, media penyimpanan berkapasitas 32 GB, dan baterai 3.000 mAh.

Di bagian belakang, LeEco memasang kamera 16 megapiksel yang mampu digunakan untuk merekam video berkualitas 4K. Sementara itu, di bagian depan terdapat kamera 8 megapiksel.

Le S3 menjalankan sistem operasi Android 6.0.1 Marshmallow yang dipercantik dengan tampilan antarmuka eUI 5.8. Ada juga fitur pemindai sidik jari di bagian belakang perangkat, persis di bawah lensa kamera utama.

Sama seperti Le Pro 3, Le S3 tidak dilengkapi port audio 3.5 mm. Sebagai gantinya, LeEco menyediakan port USB Type-C.

Le S3 akan dijual dalam tiga pilihan warna, yakni grey, rose gold, dan gold. Ia akan mulai tersedia di pasar AS mulai 2 November dengan harga 249 dollar AS atau sekitar Rp 3,2 juta.

Pihak LeEco belum mengindikasikan kehadiran Le S3 di Indonesia.

Selasa, 20 Desember 2016

Resmi Penuhi TKDN, Ponsel Motorola Dirakit di Serang

 Lenovo selaku perusahaan induk Motorola, memastikan bakal meluncurkan ponsel 4G Moto E3 Power di Indonesia pada Oktober mendatang. Kepastian itu didapat setelah Motorola dinyatakan telah memenuhi aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) ponsel 4G.



"Kami apresiasi upaya Lenovo dalam memenuhi aturan TKDN. Ini juga sebagai bentuk mengembangkan ekosistem broadband 4G," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Kamis (20/10/2016), pada sebuah acara media di Gedung Serbaguna Kominfo, Jakarta.

Dari tiga skema TKDN yang ditentukan Kementerian Perindustrian lewat Permenperin No. 65 tahun 2016, Lenovo memilih skema pertama yang didominasi aspek manufaktur.

"Kami pilih jalur 70 persen hardware, 20 persen riset dan pengembangan, sisanya 10 persen software," kata Country Lead Mobile Business Group Lenovo Indonesia, Adrie R. Suhadi, pada kesempatan yang sama.

Adrie mengatakan, tak menutup kemungkinan Lenovo juga mencoba skema-skema investasi lain dalam memproduksi ponsel Moto di kemudian hari. Namun, untuk saat ini aspek mayoritas manufaktur dirasa paling realistis.

"Semuanya bisa berubah sesuai perkembangan," ujarnya.

Diproduksi di Serang

Lenovo bakal memproduksi produk-produk Moto di Serang, Banten. Hal ini dimungkinkan kerja sama dengan pabrikan lokal TDK. Sebelumnya, lini Lenovo sudah lebih dulu dirakit TDK sejak 2015 lalu.

Fasilitas pabrikasi untuk Moto sendiri memiliki dua lini produksi dengan kapasitas 90.000 unit per bulan. Kapasitas itu untuk produk mid-end dan high-end. Sementara itu, lini produksi bagi ponsel low-end bisa menghasilkan 75.000 hingga 150.000 unit per bulan.

E3 Power merupakan lini Moto pertama yang diproduksi dengan mematuhi aturan TKDN. Ke depan, Lenovo yang menjadi "ibu" Motorola sejak 2014 tersebut mengatakan bakal lebih banyak menghadirkan seri Moto di Tanah Air.

E3 Power merupakan ponsel berlayar 5 inci, dengan kamera 8 megapiksel di belakang dan 5 megapiksel di depan. Prosesornya mengandalkan quad-core 64 bit dengan RAM 2GB dan baterai 3.500 mAh. Ponsel itu bakal dipatok senilai Rp 1 jutaan.


–– ADVERTISEME