Jumat, 10 Februari 2017

Bisnis Tak Berkembang, Pendapatan Yahoo Malah Naik

Pendapatan per saham Yahoo pada kuartal ini naik menjadi 20 sen. Pada periode yang sama tahun lalu, angka itu cuma 15 sen per saham. Hal tersebut disampaikan CEO Yahoo, Marissa Mayer, dalam laporan investor kuartal III 2016.



Meski demikian, angka itu tak menggambarkan kondisi bisnis Yahoo yang membaik. Pasalnya, pendapatan yang lebih besar diperoleh karena banyaknya pemotongan anggaran di berbagai sektor. Beberapa contohnya adalah pemangkasan karyawan, penutupan kantor cabang, serta penghematan operasional.

Selain itu, pertumbuhan bisnis Yahoo yang stagnan menyebabkan perusahaan itu tak perlu menambah modal investasi. Faktor ini juga menghemat anggaran perusahaan, meski menandai mekanisme keluar-masuk duit yang tak sehat.

Setelah disesuaikan dengan ebitda alias pemasukan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi, pendapatan Yahoo tetap terjun bebas seperti tahun-tahun sebelumnya.

Dalam angka ril, pendapatan Yahoo turun menjadi 229,2 juta dollar AS (Rp 2,9 triliun) dari yang sebelumnya 244,2 juta dollar AS (Rp 3,1 triliun), sebagaimana dilaporkan Recode dan dihimpun KompasTekno, Kamis (20/10/2016).

Pendapatan Yahoo dari iklan menciut 7 persen dibandingkan tahun lalu. Lebih jauh, pendapatan dari mesin pencari terjun bebas 14 persen jika dibandingkan periode yang sama pada 2015.

Tak ada conference call

Dalam pemaparan laporan bisnis per kuartal kali ini, manajemen Yahoo menghapus kebiasaan conference call (panggilan konferensi) dengan para investor. Hal ini mengindikasikan trasnparansi yang semakin menurun.

Tak dijelaskan alasan pasti dari tak adanya conference call. Beberapa orang berpendapat hal ini terkait dengan isu kerja sama antara pemerintah AS dan Yahoo untuk memata-matai lebih dari 500 juta akun pengguna.

Verizon yang menanam investasi 5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 65 triliun untuk Yahoo menuntut sikap terbuka perusahaan yang pernah berjaya pada awal 2000-an itu. Pengacara Verizon mengatakan bahwa situasi tertutup seperti sekarang memicu kliennya untuk melakukan negosiasi ulang soal penanaman modal.

Verizon, menurut pengacaranya, meminta manajemen Yahoo menjawab beberapa pertanyaaan. Contohnya, apa saja data yang didapat peretas dari konsumen? Seperti apa pelanggaran yang dilakukan? Apakah email korporat Yahoo juga turut berisiko? Apa yang Mayer tahu dan sejak kapan dia tahu?

Hingga kini, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut belum ada yang sahih. Semuanya cuma berdasarkan asumsi dan prediksi. Entah kapan Yahoo bakal buka mulut ke investor.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar