Rabu, 15 Februari 2017

Apa Itu OS Tizen di Samsung Z2, Bedanya dengan Android?

Samsung akhirnya merilis smartphone Z2 di pasar Indonesia. Berbeda dengan smartphone lain yang mengusung sistem operasi (OS) Android, Samsung mengusung OS lain, bernama Tizen.



Tizen merupakan sistem operasi bersifat terbuka (open source) yang memakai inti program (kernel) Linux. Bukan hanya untuk ponsel pintar dan tablet saja, Tizen juga dirancang untuk perangkat multimedia dalam kendaraan, televisi dan sebagainya.

Ia menjadi proyek besar organisasi Linux Foundation bersama perusahaan elektronik Samsung dan produsen prosesor Intel.

Pada 30 April 2012, sistem operasi Tizen versi 1.0 meluncur dengan kode nama Larkspur. Kemudian pada 25 September 2012, Tizen versi 2,0 berstatus Alpha dirilis dengan kode nama Magnolia. Tizen 2.0 versi penuh dirilis pada Januari 2013.

Smartphone pertama Tizen yang dibuat oleh Samsung adalah seri Z1 yang dirilis pada Januari 2015 lalu. Penerusnya, Samsung Z2 debut di India pada Agustus 2016.



KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO
Jam tangan pintar Samsung Gear S yang diluncurkan di Berlin menampilkan deretan aplikasi yang beroperasi dalam sistem Tizen (kiri). Foto kanan merupakan penampang belakang Gear S, di sana terdapat slot SIM card.
Selain smartphone Samsung Z2, peranti Samsung lain yang telah menggunakan OS Tizen lebih dahulu adalah peranti jam tangan pintar Gear S, gelang pintar Gear Fit, headset Samsung Gear VR, dan lini Smart TV Samsung.

Baca: Samsung Boyong TV OS Tizen ke Indonesia

Bedanya dengan Android?

Sistem operasi Tizen dikembangkan Samsung agar perusahaan Korea Selatan itu bisa melepaskan diri dari dominasi dan ketergantungan kepada Google Android.

Kepercayaan Samsung pada Tizen karena menilai OS besutan Linux tersebut paling ringan di antara sistem operasi lainnya. Tizen memungkinkan pemakaian memori dan tenaga prosesor yang lebih sedikit.


PhoneArena
Samsung Tizen
"Keuntungan dari Tizen sangat sederhana: Tizen lebih 'ringan' dari sistem operasi lain. Dengan kata lain, Tizen membutuhkan tenaga pemrosesan dan memori yang lebih sedikit," kata perwakilan Samsung.

Selain untuk melepaskan diri dari ketergantungan dari Google, Tizen juga akan dijadikan sebagai pondasi Samsung untuk membangun ekosistem Internet of Things (IoT).

Menurut Samsung, Tizen akan memegang peran besar di masa depan untuk mewujudkan IoT.

Hal itu dikemukakan oleh Head of Product Marketing IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia, Denny Galant usai peluncuran Samsung "Tizen" Z2, Rabu (19/10/2016).

"Kesempatan ke depannya Tizen ini untuk konektivitas perangkat pintar Samsung. Arahnya ke IoT, seperti menghubungkan smartphone dengan wearable, headset VR, dan home appliances buatan Samsung lainnya," kata dia.

Baca: Mampukah Tizen Kalahkan Android?

Tentang aplikasi Tizen yang belum sebanyak Android

Perlu diakui bahwa jumlah aplikasi yang tersedia di platform Tizen masih sedikit jika dibandingkan dengan aplikasi di Android.

Aplikasi chatting dan media sosial semacam WhatsApp, Line, Instagram, dan Facebook, memang sudah bisa dijajal di smartphone berbasis Tizen. Namun, aplikasi ride-sharing semacam Uber, Grab, dan Go-Jek belum tersedia di toko aplikasi Tizen Store.

"Samsung Z2 ini kan masih perkenalan supaya masyarakat luas tahu soal Tizen," kata Denny.

"Kita lihat dulu perkembangannya di masyarakat. Seiring perkembangannya, aplikasi lain juga bakal ada," imbuhnya.


Fatimah Kartini Bohang/KOMPAS.com
Samsung Z2 dengan sistem operasi Tizen.
Denny mengatakan Samsung bakal lebih agresif menelurkan produk-produk berbasis Tizen pada 2017 mendatang. Inilah yang kini menjadi pekerjaan rumah bagi Samsung.

Selain itu, untuk mendukung ekosistem Tizen, Samsung gencar menggandeng developer lokal untuk membuat aplikasi berbasis Tizen.

Salah satunya dengan mengadakan kompetisi Indonesia Next App 3.0 pada Juli lalu. Dalam kompetisi ini, pengembang aplikasi ditantang untuk membuat aplikasi di tiga kategori platform, yakni Tizen Smartphone, Wearable/Gears Apps dan Gear VR Content.

Bisa jadi ke depannya aplikasi Tizen bakal memiliki basis pengguna yang banyak, sehingga menarik pengembang aplikasi untuk bergabung dengannya.

Jumat, 10 Februari 2017

Bisnis Tak Berkembang, Pendapatan Yahoo Malah Naik

Pendapatan per saham Yahoo pada kuartal ini naik menjadi 20 sen. Pada periode yang sama tahun lalu, angka itu cuma 15 sen per saham. Hal tersebut disampaikan CEO Yahoo, Marissa Mayer, dalam laporan investor kuartal III 2016.



Meski demikian, angka itu tak menggambarkan kondisi bisnis Yahoo yang membaik. Pasalnya, pendapatan yang lebih besar diperoleh karena banyaknya pemotongan anggaran di berbagai sektor. Beberapa contohnya adalah pemangkasan karyawan, penutupan kantor cabang, serta penghematan operasional.

Selain itu, pertumbuhan bisnis Yahoo yang stagnan menyebabkan perusahaan itu tak perlu menambah modal investasi. Faktor ini juga menghemat anggaran perusahaan, meski menandai mekanisme keluar-masuk duit yang tak sehat.

Setelah disesuaikan dengan ebitda alias pemasukan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi, pendapatan Yahoo tetap terjun bebas seperti tahun-tahun sebelumnya.

Dalam angka ril, pendapatan Yahoo turun menjadi 229,2 juta dollar AS (Rp 2,9 triliun) dari yang sebelumnya 244,2 juta dollar AS (Rp 3,1 triliun), sebagaimana dilaporkan Recode dan dihimpun KompasTekno, Kamis (20/10/2016).

Pendapatan Yahoo dari iklan menciut 7 persen dibandingkan tahun lalu. Lebih jauh, pendapatan dari mesin pencari terjun bebas 14 persen jika dibandingkan periode yang sama pada 2015.

Tak ada conference call

Dalam pemaparan laporan bisnis per kuartal kali ini, manajemen Yahoo menghapus kebiasaan conference call (panggilan konferensi) dengan para investor. Hal ini mengindikasikan trasnparansi yang semakin menurun.

Tak dijelaskan alasan pasti dari tak adanya conference call. Beberapa orang berpendapat hal ini terkait dengan isu kerja sama antara pemerintah AS dan Yahoo untuk memata-matai lebih dari 500 juta akun pengguna.

Verizon yang menanam investasi 5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 65 triliun untuk Yahoo menuntut sikap terbuka perusahaan yang pernah berjaya pada awal 2000-an itu. Pengacara Verizon mengatakan bahwa situasi tertutup seperti sekarang memicu kliennya untuk melakukan negosiasi ulang soal penanaman modal.

Verizon, menurut pengacaranya, meminta manajemen Yahoo menjawab beberapa pertanyaaan. Contohnya, apa saja data yang didapat peretas dari konsumen? Seperti apa pelanggaran yang dilakukan? Apakah email korporat Yahoo juga turut berisiko? Apa yang Mayer tahu dan sejak kapan dia tahu?

Hingga kini, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut belum ada yang sahih. Semuanya cuma berdasarkan asumsi dan prediksi. Entah kapan Yahoo bakal buka mulut ke investor.

Minggu, 05 Februari 2017

Indonesia Butuh Ponsel 4G Rp 1 Juta-an Lebih Banyak

Diperlukan lebih dari sekadar edukasi kepada pengguna layanan telekomunikasi 2G jika Indonesia ingin segera bermigrasi ke 4G.



Salah satu caranya dengan memperkenalkan ponsel 4G berharga murah agar masyarakat dengan daya beli rendah bisa ikut mencicipinya.

Country Director Qualcomm Indonesia Shannedy Ong mengatakan, migrasi dari 2G ke 4G ini perlu segera dilakukan agar Indonesia tidak semakin tertinggal dari negara lain.

Selain itu, peralihan tersebut akan mengoptimalkan kinerja 4G di Indonesia. Sebab, penggunaan ponsel 2G di Tanah Air justru "mencaplok" jalur spektrum 4G di frekuensi 1.800 MHz.

Baca: Ini Alasan Sinyal 4G di Indonesia Masih Lemot

Karena itu, Qualcomm Indonesia akan bekerja sama dengan operator telekomunikasi untuk mengedukasi pengguna ponsel tentang pentingnya beralih ke 4G.

Selain itu, perlu ada smartphone 4G dengan harga sangat murah untuk membujuk pemakai ponsel 2G agar pindah ke handset 4G.

"Mungkin harganya sudah bukan di bawah Rp 1 juta lagi, kalau bisa di bawah Rp 800.000 atau Rp 700.000 untuk smartphone 4G," kata Ong di sela-sela acara Qualcomm 4G/5G Summit di Hong Kong, Rabu (19/10/2016).

Menurut Ong, selama ini masyarakat pedesaan, baik itu petani maupun nelayan, belum mendapatkan informasi cukup tentang kebutuhan akan 4G dalam menunjang pekerjaan mereka.

Ia yakin bahwa ketika pengguna ponsel sudah merasakan kenyamanan 4G, maka konsumsi terhadap handset yang lebih baik akan meningkat dengan sendirinya.

"Itu kalau mereka melihat bagaimana (4G menunjang pekerjaan), itu akan dengan sendirinya akan switch ke ponsel yang lebih tinggi," kata Ong.

Senin, 30 Januari 2017

Terlarang di Pesawat, Galaxy Note 7 Bisa Ditukar di Bandara

 Samsung mulai mendirikan sejumlah gerai khusus untuk menangani penukaran ponsel Galaxy Note 7. Gerai tersebut ditempatkan di sejumlah bandara.



Saat ini, gerai penukaran Galaxy Note 7 sudah berdiri di berbagai bandara kampung halaman Samsung, Korea Selatan. Raksasa elektronik itu juga menjanjikan mendirikan gerai serupa di negara lain, seperti Australia dan Amerika Serikat.

Petugas di gerai-gerai tersebut juga membantu pengguna untuk memindahkan data milik pelanggan ke ponsel baru. Meski demikian, Samsung tidak menjelaskan secara rinci perangkat baru tipe apakah yang akan diberikan saat pengguna menukarkan Galaxy Note 7 miliknya di sana.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari The Verge, Kamis (10/10/2016), dengan menempatkan gerai pengembalian ponsel di bandara, Samsung bisa membantu pengguna dari risiko ditolak masuk ke pesawat gara-gara membawa ponsel Galaxy Note 7.

Seperti diketahui, Federal Aviation Administration (FAA) telah resmi melarang Galaxy Note 7 masuk ke pesawat. Larangan tersebut berlaku dalam seluruh penerbangan penumpang dan kargo yang masuk atau keluar dari Amerika Serikat.

Pemerintah AS bahkan mengancam hukuman denda hingga 179,933 dollar AS atau sekitar Rp 2,3 miliar dan ancaman penjara hingga maksimal 18 tahun, untuk penumpang yang sengaja melanggar larangan membawa Galaxy Note 7 ke dalam kabin pesawat.

Larangan tersebut dipicu oleh sejumlah laporan dan kasus ledakan serta kebakaran pada ponsel Galaxy Note 7. Samsung sendiri gagal telah menyatakan penghentian produksi untuk seluruh ponsel Galaxy Note 7.

Rabu, 25 Januari 2017

Apple Ikutan "Pesta Gadget" di Barcelona untuk Pertama Kalinya

Setelah 16 tahun absen, Apple akhirnya buka lapak di sebuah pameran teknologi. Debut kembalinya Apple ditandai dengan keikutsertaannya di "pesta gadget" Mobile World Congress (MWC).



Ini merupakan kali pertama Apple ikut serta dalam acara tahunan yang digelar di Barcelona tersebut. Masih belum diketahui apa yang akan Apple pamerkan dalam pameran teknologi mobile tersebut.

Rencananya MWC akan kembali digelar pada 27 Februari hingga 2 Maret 2017 mendatang. Informasi soal kehadiran Apple diketahui dari daftar stand perusahaan yang menghadiri MWC 2017.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari MacRumors, Kamis (20/10/2016), Apple memesan stand yang berlokasi di App Planet Hall 8.1, serta dua ruangan di lantai atas Hall 2, Fira Gran Via Conference Centre.



MacRumors
Lokasi stand Apple di MWC 2017
Lokasi yang dipesan itu dirancang sebagai area yang fokus menampilkan berbagai teknologi dari industri aplikasi.

Dengan kata lain, ada kemungkinan bahwa Apple berniat mempromosikan ekosistem App Store mereka di sana.

Ruangan lain yang dipesan Apple, di lantai atas gedung MWC 2017, merupakan sebuah ruang pertemuan. Hal in berarti acara yang ada di sana bukanlah sesuatu yang bersifat publik.

Untuk diketahui, sejak 2000 silam, Apple tidak pernah mengikuti acara pameran dagang, baik yang terkait gadget atau teknologi telekomunikasi.

Acara yang dilewatkan antara lain NAB Show, Macworld, Apple Expo di Paris, serta Consumer Electronic Show di Las Vegas. Alasannya, acara tersebut tidak banyak membantu mereka menjangkau konsumen.

Jumat, 20 Januari 2017

Menjajal "Resident Evil 7" di PlayStation VR

Suasana sekeliling terlihat gelap gulita. Pohon-pohon hanya berupa siluet di kejauhan. Di tengah hitam pekat itu, tiba-tiba muncul seorang nenek yang memegang lentera.



Sosoknya segera tampak mencolok di kegelapan malam. Punggungnya sedikit bungkuk. Si nenek menyeringai. Wajahnya yang keriput terlihat menyeramkan. Lalu dia mulai melangkah, mengejar.

Anda adalah seorang gadis yang entah mengapa harus kabur menghindari si nenek. Melihat sekeliling, ada koridor menuju rumah tua yang reyot di tengah kabut tipis Tak ada pilihan lain, tempat itulah yang dituju dengan langkah gontai.

Keadaan di dalam rumah tak lebih baik daripada di luar. Dinding, lantai dan atapnya sudah hancur di sana-sini, menyisakan banyak lubang. Aneka perabot tua nan berdebu tercecer berantakan.

Bayang-bayang dari lentera si nenek, dan dari banyak lilin yang entah bagaimana caranya banyak bertebaran di rumah itu, menciptakan situasi yang mencekam.

Si nenek berkeliling rumah mencari Anda sambil mulutnya komat-kamit. Dia menggumamkan sesuatu soal “keadaan istimewa” yang tidak disyukuri.

Anda lari dari ruangan ke ruangan untuk menghindari si nenek, bersembunyi di balik perabotan. Pokoknya jangan sampai tertangkap.

Setelah sempat kucing-kucingan selama beberapa waktu, Anda menemukan secarik kertas dengan tulisan berbunyi “Ada yang salah dengan dia” di sebuah lorong kecil di bawah tana

Anda menengok ke belakang, dan tiba-tiba si nenek sudah berada di sana. Close up wajahnya menjadi hal terakhir yang Anda lihat sebelum layar berubah gelap.

Minggu, 15 Januari 2017

Prosesor Setara Google Pixel, Le Pro 3 Dijual Rp 3,8 Juta

Smartphone Google Pixel yang baru diluncurkan sudah punya pesaing berat dari pendatang baru LeEco. Perusahaan asal China tersebut resmi memulai debutnya di pasar Amerika Serikat dengan ponsel Le Pro 3.
Ponsel Android tersebut memiliki spesifikasi yang mirip dengan Google Pixel namun dengan harga yang jauh lebih murah. Le Pro 3 dibanderol dengan harga 399 dollar AS (sekitar Rp 5,1 juta). 

Harga Google Pixel sendiri untuk versi paling bawah, versi layar 5 inci dan memori internal 32 GB, dibanderol Rp 8,5 juta. (Baca: Berapa Harga Smartphone Google Pixel dan Pixel XL?)

Sebagai promosi debutnya di AS, LeEco memberikan diskon Le Pro 3 sebesar 99 dollar AS menjadi 299 dollar AS atau sekitar Rp 3,8 juta.

"Jika pelanggan mengikuti program Up2U dari kami, bisa mendapatkan diskon 100 dollar untuk Le Pro 3. Perangkat ini bisa didapatkan dengan hanya 299 dollar AS saja," ujar Danny Bowman, Chief Revenue Officer LeEco North America, dalam acara "LeEco Big Bang Conference" yang dihadiri wartawan Kompas.com, Deliusno.

Le Pro 3 dibekali dengan chipset terbaru bikinan Qualcomm, Snapdragon 821. Prosesor ini juga digunakan di Google Pixel. (Baca: Ini Spesifikasi Lengkap Google Pixel dan Pixel XL) 

"Ini (Snapdragon 821) merupakan chipset terkencang dari seri Snapdragon. Le Pro 3 sangat bertenaga," tutur Rob Chandhok, Chief R&D Officer for LeEco North America.

Selain itu, Le Pro 3 memiliki layar 5,5 inci, RAM 4 GB, media penyimpanan 64 GB, kamera utama 16 megapiksel dengan lensa f/2.0, kamera depan 8 megapiksel, dan baterai 4.050 mAh.

Sayangnya tak ada slot untuk kartu microSD di perangkat ini. Le Pro 3 juga tidak menggunakan port 3,5 mm untuk jack audio, mirip iPhone 7. Sebagai gantinya, pengguna bisa  menggunakan port USB Type-C.

Le Pro 3 menjalankan Android 6.0.1 Marsmallow yang dipercantik dengan tampilan antarmuka eUI 5.8.

Salah satu kelebihan dari Le Pro 3 hadir di sisi baterai. Perangkat ini memiliki baterai yang cukup besar, yakni 4.070 mAh. LeEco mengklaim, dengan baterai sebesar itu, Le Pro 3 dapat digunakan untuk menelepon selama 33 jam non-stop.

Smartphone ini akan tersedia di AS mulai 2 November mendatang. Kapan Indonesia kebagian? Meski sudah memiliki kantor dan karyawan di Indonesia, LeEco belum memberikan pernyataan soal ketersediaan Le Pro 3 di Indonesia.

Selasa, 10 Januari 2017

Melihat Samsung Z2 dari Berbagai Sisi

Samsung resmi merilis smartphone bersistem operasi Tizen pertamanya di pasar Indonesia, yakni seri Samsung Z2 pada Rabu (19/10/2016).



Smartphone alternatif Android tersebut sudah mendukung teknologi 4G LTE di Indonesia, dan menyediakan slot dual SIM GSM. KompasTekno berkesempatan melihatnya dari dekat di acara peluncuran.

Samsung Z2 memiliki bodi berbahan plastik, desain candybar dengan ujung-ujung yang membulat. Punggung smartphone juga dibuat melengkung di sisinya untuk menambah ergonomi saat digenggam.

Layar Samsung Z2 mengusung materi TFT ukuran 4 inci resolusi WVGA dengan speaker dan kamera depan bersanding di atasnya. Di bagian bawah layar, terdapat tombol Home fisik dengan bentuk lonjong.

Melongok bagian belakang, lensa kamera dengan bingkai kotak didesain menonjol, sepintas mengingatkan kepada lini smartphone Samsung Galaxy S dan phablet Note terbaru. Lampu LED Flash disertakan oleh Samsung di sampingnya.



Fatimah Kartini Bohang/kompas.com
Tampak belakang Samsung Tizen Z2.
Untuk kamera sendiri, Samsung Z2 dibekali kamera utama resolusi 5 megapiksel di bagian belakang, dan kamera selfie resolusi VGA (800 x 600 piksel) di bagian depan.

Sementara colokan audio 3,5 mm berada di sisi bagian atas smartphone, dan konektor microUSB berada di sisi bawah.

Tombol daya ada di sisi kanan Samsung Z2, sementara tombol volume up dan down ditempatkan di sisi kiri smartphone Tizen ini.

Dari segi hardware, chipset Speadtrum SC9830I diusung oleh Samsung Z2, dipadukan dengan memori RAM 1 GB, dan memori internal 8 GB. Prosesor Samsung Z2 mengandalkan seri Cortex-A7 Quad-core 1,5 GHz, dan GPU (prosesor grafis) Mali-400MP2.

Untuk melihat foto-foto Samsung Z2 dari berbagai sudut, kunjungi Galeri Foto KompasTekno di tautan berikut ini.

Kamis, 05 Januari 2017

Saat Tidur, Pengguna Path Bisa Dikirimi Domba

Ada fitur baru yang "lucu" di aplikasi Path. Pengguna yang memasang status Go to sleep kini bisa mendapatkan domba sebanyak mungkin, dari orang-orang yang melihat posting-annya.



Caranya, pengguna mesti menekan ikon “+” dan memilih status Go to sleep. Setelah memilih status tersebut, pengguna akan mendapatkan gambar dan komentar otomatis dari Path mengenai jam tidurnya.

Di bawahnya Path menambahkan fitur baru berupa tombol Send over a sheep, tepat di bawah tulisan komentar dari Path.

Nah, setiap kali ada teman Path yang menyentuh tombol Send over a sheep, maka pengguna akan mendapatkan satu domba. Total domba yang diperoleh akan ditampilkan mengelilingi bulan sabit pada status pengguna.



screenshot
Contoh domba pada fitur Go to sleep di Path
Domba-domba tersebut hanya merupakan hiasan untuk mempercantik linimasa pengguna Path. Sementara ini tak terlihat ada fungsi khusus yang disematkan ke dalamnya.

Setelah pengguna bangun tidur dan mengganti status menjadi I’m awake, maka domba yang mengelilingi bulan sabit itu akan menghilang. Gantinya, akan muncul hitungan yang menunjukkan jumlah domba yang dikirimi teman selama tidur.

Bentuk status Go to sleep ini pun berubah. Bila sebelumnya hanya menampilkan sebaris komentar dan ikon bulan sabit, sekarang lebih menonjolkan unsur grafis dengan menjadikannya posting-an foto berukuran besar.
Status Go to sleep atau I'm awake juga dilengkapi foto latar belakang yang ditampilkan secara acak. Sekilas, teknik foto latar yang acak itu mirip dengan teknik yang digunakan pada fitur #Pathdaily.

Baca: Cara Bikin Posting-an #PathDaily di Path

Pantauan KompasTekno, pembaruan ini muncul pada Kamis (20/10/2016), dalam aplikasi Path versi 5.7.0 untuk sistem operasi Android. Belum diketahui apakah Path memiliki rencana tertentu soal fitur ini.

Jumat, 30 Desember 2016

Motorola Kembali ke Indonesia dengan Moto E3 Power

 Desas-desus soal kembalinya ponsel Motorola di Indonesia akhirnya terkonfirmasi. Hari ini, Kamis (20/10/2016), Lenovo selaku induk perusahaan Motorola, mengumumkan bakal memboyong seri ponsel Moto E3 Power ke Tanah Air.



"Varian Power ini eksklusif untuk Indonesia. Kalau di global cuma Moto E3 saja," kata Country Lead Mobile Business Group Lenovo Indonesia, Adrie Suhadi, dalam acara jumpa media di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jakarta.

Adrie masih enggan mengungkap tanggal pasti peluncuran Moto E3 Power. Ia cuma menyebut Oktober sebagai bulan perilisan seri Moto termutakhir itu.

Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Lenovo sekaligus mengumbar komitmennya dalam memenuhi aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan pemerintah. Pabrikan China itu bakal memproduksi produk-produk Moto di Serang, Banten.

Hal ini dimungkinkan kerja sama dengan pabrikan lokal TDK yang selama ini sudah berkolaborasi dalam memproduksi lini Lenovo sejak 2015 lalu.

Fasilitas pabrikasi untuk Moto sendiri memiliki dua lini produksi dengan kapasitas 90.000 unit per bulan. Kapasitas itu untuk produk mid-end dan high-end. Lalu, lini produksi bagi ponsel low-end bisa menghasilkan 75.000 hingga 150.000 unit per bulan.

Kominfo menyambut hangat itikad baik yang ditunjukan Lenovo sebagai pabrikan global yang berbisnis di Tanah Air. Meski demikian, Menkominfo Rudiantara mengatakan pemerintah tetap bersikap netral ke semua vendor.

"Kami tidak mendiskriminasi siapa pun. Kalau (vendor) berproses dengan Kominfo seperti Lenovo, kami pasti sambut. Soal kenapa Lenovo kelihatan tempel (dengan Kominfo) mungkin karena komunikasi saja," kata menteri yang kerap disapa RA tersebut dalam kesempatan yang sama.

Beberapa spesifikasi Moto E3 Power meliputi layar HD 5 inci, kamera utama 8 megapiksel, kamera selfie 5 megapiksel, RAM 2 GB, prosesor quad-core 64 bit, serta sistem operasi Android Marshmallow.

Embel-embel "Power" menunjukkan kemampuan baterai yang lebih mumpuni. Lenovo mengklaim baterai E3 Power cuma butuh diisi ulang selama 15 menit untuk ketahanan 5 jam. Untuk semua kemampuan itu, Motorola Moto E3 Power dibanderol Rp 1 jutaan.

Minggu, 25 Desember 2016

LeEco Le S3, Android RAM 3 GB Berbanderol Rp 3 Juta

LeEco memulai debutnya di pasar Amerika Serikat dengan merilis dua smartphone sekaligus. Selain Le Pro 3, vendor asal China ini juga merilis Le S3.



"Selain Le Pro 3, kami juga merilis sang adik kecil, Le S3," ujar Rob Chandhok, Chief R&D Officer for LeEco North America di hadapan ratusan media, termasuk wartawan Kompas.com Deliusno.

Le S3 sendiri bagaikan saudara kembar dengan Le Pro 3. Keduanya memiliki desain fisik yang mirip. Hanya saja, Le S3 hadir dengan spesifikasi yang lebih rendah. Perangkat yang satu ini memang diposisikan di kelas menengah oleh LeEco.

Le S3 dibekali dengan layar berbentang sama dengan Le Pro 3, yakni 5,5 inci. Meskipun begitu, resolusi layar Le S3 hanya HD 720p. Layar Le Pro 3 sendiri mendukung resolusi Full HD 1080p.

Untuk "otak" pemrosesan, LeEco menyerahkannya kepada Snapdragon 652 bikinan Qualcomm. Meski tidak sekencang Snapdragon 821 di Le Pro 3, LeEco menjamin bahwa chipset tersebut sudah lebih dari cukup.

"Chipset itu (Snapdragon 652) bisa membuat Le Pro 3 memainkan game dengan grafis yang intensif. Kegiatan multitasking juga semakin nyaman menggunakan chipset tersebut," tutur Chandhok.

Kelengkapan lainnya, Le S3 dibekali dengan RAM 3 GB, media penyimpanan berkapasitas 32 GB, dan baterai 3.000 mAh.

Di bagian belakang, LeEco memasang kamera 16 megapiksel yang mampu digunakan untuk merekam video berkualitas 4K. Sementara itu, di bagian depan terdapat kamera 8 megapiksel.

Le S3 menjalankan sistem operasi Android 6.0.1 Marshmallow yang dipercantik dengan tampilan antarmuka eUI 5.8. Ada juga fitur pemindai sidik jari di bagian belakang perangkat, persis di bawah lensa kamera utama.

Sama seperti Le Pro 3, Le S3 tidak dilengkapi port audio 3.5 mm. Sebagai gantinya, LeEco menyediakan port USB Type-C.

Le S3 akan dijual dalam tiga pilihan warna, yakni grey, rose gold, dan gold. Ia akan mulai tersedia di pasar AS mulai 2 November dengan harga 249 dollar AS atau sekitar Rp 3,2 juta.

Pihak LeEco belum mengindikasikan kehadiran Le S3 di Indonesia.

Selasa, 20 Desember 2016

Resmi Penuhi TKDN, Ponsel Motorola Dirakit di Serang

 Lenovo selaku perusahaan induk Motorola, memastikan bakal meluncurkan ponsel 4G Moto E3 Power di Indonesia pada Oktober mendatang. Kepastian itu didapat setelah Motorola dinyatakan telah memenuhi aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) ponsel 4G.



"Kami apresiasi upaya Lenovo dalam memenuhi aturan TKDN. Ini juga sebagai bentuk mengembangkan ekosistem broadband 4G," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Kamis (20/10/2016), pada sebuah acara media di Gedung Serbaguna Kominfo, Jakarta.

Dari tiga skema TKDN yang ditentukan Kementerian Perindustrian lewat Permenperin No. 65 tahun 2016, Lenovo memilih skema pertama yang didominasi aspek manufaktur.

"Kami pilih jalur 70 persen hardware, 20 persen riset dan pengembangan, sisanya 10 persen software," kata Country Lead Mobile Business Group Lenovo Indonesia, Adrie R. Suhadi, pada kesempatan yang sama.

Adrie mengatakan, tak menutup kemungkinan Lenovo juga mencoba skema-skema investasi lain dalam memproduksi ponsel Moto di kemudian hari. Namun, untuk saat ini aspek mayoritas manufaktur dirasa paling realistis.

"Semuanya bisa berubah sesuai perkembangan," ujarnya.

Diproduksi di Serang

Lenovo bakal memproduksi produk-produk Moto di Serang, Banten. Hal ini dimungkinkan kerja sama dengan pabrikan lokal TDK. Sebelumnya, lini Lenovo sudah lebih dulu dirakit TDK sejak 2015 lalu.

Fasilitas pabrikasi untuk Moto sendiri memiliki dua lini produksi dengan kapasitas 90.000 unit per bulan. Kapasitas itu untuk produk mid-end dan high-end. Sementara itu, lini produksi bagi ponsel low-end bisa menghasilkan 75.000 hingga 150.000 unit per bulan.

E3 Power merupakan lini Moto pertama yang diproduksi dengan mematuhi aturan TKDN. Ke depan, Lenovo yang menjadi "ibu" Motorola sejak 2014 tersebut mengatakan bakal lebih banyak menghadirkan seri Moto di Tanah Air.

E3 Power merupakan ponsel berlayar 5 inci, dengan kamera 8 megapiksel di belakang dan 5 megapiksel di depan. Prosesornya mengandalkan quad-core 64 bit dengan RAM 2GB dan baterai 3.500 mAh. Ponsel itu bakal dipatok senilai Rp 1 jutaan.


–– ADVERTISEME

Kamis, 15 Desember 2016

LeEco Pamerkan Sepeda Pintar Berbasis Android

LeEco berhasil membuktikan, Android tidak hanya bisa digunakan di smartphone dan tablet saja. Vendor asal China itu berhasil mengaplikasikan OS bikinan Google itu ke sepeda.



Sepeda pintar bernama Le Syvrac atau Le Super Bike itu dipamerkan di ajang LeEco Bigbang Conference di Palace Fine Arts, San Francisco, AS. Dalam acara itu, LeEco juga menyatakan bahwa sepeda tersebut akan dijual di pasar AS dalam waktu dekat.

Didapuk sebagai sepeda pintar, LeEco membenamkan begitu banyak teknologi, terutama yang menyangkut keamanan pengguna. Beberapa di antaranya seperti laser di bagian setang, lampu sein kanan dan kiri, dan juga lampu sorot yang bisa diatur di bagian depan sepeda.

Laser di bagian setang bisa digunakan sebagai penanda jarak aman bagi kendaraan yang akan melewati sepeda.



Deliusno/Kompas.com
Ada semacam ponsel Android di bagian frame sepeda pintar

Kecanggihan Le Super Bike tidak berhenti sampai di situ. LeEco berhasil menyematkan semacam ponsel Android berbentang 4 inci di bagian tengah setang.

Perangkat Android tersebut tidak bisa dilepas atau tertanam langsung ke bodi sepeda. Ia menggunakan sebuah OS yang disebut Bike OS, meskipun sebenarnya berbasiskan Android.

Perangkat itu dapat terhubung ke jaringan seluler dengan kemampuan GPS. Pengguna juga bisa melihat jarak yang sudah ditempuh menggunakan sepeda, memutar musik, dan kemampuan mengunci roda belakang menggunakan benda mirip ponsel itu.


Deliusno/Kompas.com
Ada tiga tombol fungsi di frame sepeda pintar

Di bagian tengah sepeda, LeEco menghadirkan tiga tombol fungsi, yakni power, kamera, dan lampu. Seperti namanya, power digunakan untuk menyalakan sepeda, kamera untuk menyalakan fungsi mengambil gambar, dan lampu untuk menyalakan penerangan di bodi sepeda.

Untuk menghidupi perangkat tersebut, LeEco menanam baterai lithium berkapasitas 7.950 mAh di bagian frame sepeda. Baterai tersebut nantinya bisa diisi dayanya menggunakan kabel microUSB.

Selain itu, sepeda ini juga dilengkapi dengan gearset Deore 30-speed buatan Shimano, RAM 4 GB, dan prosesor quad-core.

LeEco sendiri tidak menyebutkan kapan tepatnya perangkat ini akan hadir di AS. Tidak disebutkan juga harganya, tetapi Le Super Bike sudah dijual di China dengan harga 800 dollar AS (Rp 10,5 juta) hingga 6.000 dollar AS (Rp 78 juta), tergantung bahan frame yang dipilih.

Harga termahal dibanderol untuk sepeda pintar dengan frame yang keseluruhannya berbahan serat karbon.

Sabtu, 10 Desember 2016

2017, Ponsel-ponsel Baru Bakal Lebih Cepat Masuk Indonesia

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara sempat mengemukakan wacana untuk menghapus uji sertifikasi ponsel bagi vendor global tertentu. Wacana itu kemudian berkembang menjadi opsi penyederhanaan sertifikasi, bukan penghapusan.



Rudiantara mengatakan, implementasi wacana tersebut akan berlaku per 1 Januari 2017. Saat ini, menteri dan timnya sedang merancang aturan tertulis yang bakal tertuang dalam sebuah peraturan menteri (PM).

"Kami mau proses cepat. Kalau ada ponsel baru, masyarakat tidak usah tunggu lama cuma karena birokrasi yang bertele-tele," kata Rudiantara, Kamis (20/10/2016), saat dijumpai di kantor Kemenkominfo, Jakarta.

Rudiantara berharap proses sertifikasi ponsel bisa rampung sebelum proses produksi selesai, sehingga ponsel bisa langsung dipasarkan.

"Saat sedang produksi, orang Kominfo akan masuk (pabrik vendor) untuk mengecek. Apakah sudah memenuhi syarat, radionya-kah, semuanya. Jadi, selesai produksi langsung masuk pasar," kata menteri yang kerap disapa RA ini.

Baca: Sertifikasi Duo iPhone 7 di Indonesia Terhambat

Sementara itu, untuk produk keluaran vendor global, Rudiantara berharap sertifikasi sudah selesai sebelum barang diimpor. Jadi, ketika produk masuk Tanah Air, pemerintah tinggal menerima surat lolos sertifikasi.

Namun, Rudiantara mengakui skema yang cenderung berasas kepercayaan tersebut tak bisa digeneralisasi untuk semua vendor global. Cuma pabrikan besar yang kredibel dan kemampuan laboratorium internalnya sudah canggih yang dipermudah.

"Kalau barang dari vendor yang enggak jelas, ngapain?" ujarnya.

Untuk menjamin keamanan produk pasca-produksi, Kemenkominfo juga bakal melakukan operasi uji petik (inspeksi mendadak) di lapangan. Hal ini dilakukan secara tiba-tiba dan tak berkala.

"Kalau ada ponsel yang sebelumnya lolos sertifikasi lalu kenyataannya tak sesuai, tentu akan ditindak," tuturnya.

Senin, 05 Desember 2016

Jumlah Pengguna Facebook di Indonesia Terus Bertambah

Facebook kembali mencatat peningkatan jumlah pengguna aktif bulanannya di Tanah Air. Sri Widowati, Country Director Facebook Indonesia, mengungkapkan bahwa angka pengguna aktif bulanan jejaring sosial tersebut kini sudah mencapai angka 88 juta di Indonesia.



"Itu merupakan angka terakhir di kuartal kedua (2016) kemarin," ujar Sri saat berbicara dalam acara Press Briefing Facebook-Mobile Moves Commerce di Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Dengan demikian, jumlah pengguna Facebook di Indonesia mengalami kenaikan dibandingkan angka sebelumnya sebesar 82 juta pengguna pada kuartal ke-empat 2015.



LinkedIn
Head of Facebook Indonesia Facebook Sri Widowati
Pada akhir 2014, jumlah pengguna aktif bulanan Facebook di Indonesia masih tercatat sebanyak 77 juta.

Sri turut mengungkapkan bahwa hampir semua pengguna aktif bulanan Facebook di Indonesia mengakses jejaring perangkat tersebut dari perangkat mobile.

"Dari angka 88 juta itu, sebanyak 94 persen mengakses Facebook dari gadget mobile. Sebagian besar waktu dan perhatian pengguna sekarang memang sudah beralih ke mobile," imbuh Sri.

Menurut Sri, para pengguna gadget Indonesia rata-rata mengecek ponselnya lebih dari 80 kali setiap hari.

Sebanyak 14 kali dari jumlah tersebut adalah untuk menengok Facebook.

Di tingkat global, Facebook memiliki jumlah pengguna aktif bulanan sebanyak 1,7 miliar.

Raksasa jejaring sosial ini juga memilliki sejumlah layanan lain yang sama-sama memiliki basis pengguna yang besar, yakni layanan chatting WhatsApp (1 miliar pengguna) dan Messenger (1 miliar pengguna), serta layanan photo sharing Instagram (500 juta pengguna).

Rabu, 30 November 2016

Kompetisi Game Lenovo Dibuka 24 Oktober

Lenovo segera menggelar kompetisi game keduanya di Indonesia. Kompetisi game yang dikenal sebagai Lenovo Gaming League (LGL 2) itu akan mulai dengan pendaftaran pada akhir Oktober ini dan berlangsung hingga digelarnya Grand Final pada Januari 2017 mendatang.



Consumer Marketing Lead Lenovo Indonesia, Diantika menjelaskan LGL 2 ini digelar di enam kota, yaitu Jabodetabek, Medan, Bandung, Semarang, Yogyakarta, serta Surabaya. Harapannya, ribuan gamer bisa membentuk tim dan ikut serta dalam komptesi berhadian ini.

“Enam kota tersebut merepresentasikan 90 persen pasar gamer di Indonesia, karena itu kami menggelarnya di sana,” ujarnya di acara peluncuran Lenovo Gaming Series dan LGL 2 di Jakarta, Kamis (20/10/2016).

“Acara ini memang rencananya dibuat sebagai acara tahunan. Nanti kami akan meng-eksplor berbagai kategori game dan bisa jadi akan ada yang skala internasional,” imbuhnya.

Diantika menjelaskan lebih lanjut, LGL 2 mempertandingkan dua game, yatui Defenses of The Ancient (DoTA) 2 dan Point Blank. Ini berbeda dengan kompetisi tahun lalu yang hanya mempertandingkan satu game sata, yaitu DoTA 2.

Pemain dipersilahkan membentuk tim yang terdiri dari empat hingga lima orang pemain. Bila ingin mendaftarkan tim, Ada bisa melakukannya melalui tautan ini.

Proses pendaftaran akan dimulai secara serentak pada 24 Oktober 2016, dengan tanggal penutupan bervariasi sesuai kota tempat bertanding.

Selanjutnya, masing-masing tim akan menjalani babak peyisihan dan bertanding dengan tim lain di kota yang sama secara online. 16 tim yang memenangkan babak penyisihan akan diadu seara offline, menggunakan kabel LAN, di kota masing-masing.

Tim pemenenang pertandingan offline akan dibawa ke tahap Grand Final di Jakarta. Rencananya pertandingan puncak tersebut akan digelar pada 22 Januari 2016. Hadiah total untuk pertandingan final dijanjikan mencapai Rp 250 juta.

Jumat, 25 November 2016

Baru 2 Hari Kerja, Karyawan Twitter Dipecat gara-gara Status Facebook

Greg Gopman harus menerima nasibnya yang seakan dipermainkan Twitter. Perusahaan mikroblog itu merekrutnya sebagai manajer bisnis virtual reality (VR) pada 18 Oktober lalu.



Hanya sehari, Gopman lalu dipecat hari ini, Kamis (20/10/2016). Hal ini diketahui dari status Gopman di akun Facebook personalnya.



Ini baru pertama kali dilakukan Twitter selama lebih kurang 12 tahun berdiri sebagai perusahaan. Lantas, kesalahan apa yang dibuat Gopman?

Dilansir KompasTekno dari Quartz, Twitter mendapati rekam jejak Gopman yang dianggap buruk sebagai pengguna Facebook. Pria tersebut pernah menulis status yang terkesan merendahkan para gelandangan di jalanan.

"Tak ada hal positif jika mereka (gelandangan) ditempatkan berdekatan dengan kami," begitu salah satu kutipan dari statusnya yang terhitung panjang, hingga empat paragraf.

Status itu ditulis pada 2013 lalu dan sudah dihapus dari laman Facebook Gopman. Sayangnya, apa yang sudah diunggah ke internet kerap tak bisa benar-benar dihapus.

Salah satu media teknologi kawakan, TechCrunch, menulis soal penunjukan Gopman sebagai kepala VR di Twitter. Pada artikelnya, TechCrunch juga membubuhkan informasi soal status "berbahaya" Gopman beberapa tahun lalu.

Twitter lalu memutuskan untuk memecat Gopman. Hal ini mengisyaratkan dua hal. Pertama, Twitter sangat memperhatikan sikap sosial pekerjanya. Di sisi lain, HRD Twitter terbukti tak menggali secara dalam soal latar belakang calon pekerjanya.

Pasalnya, TechCrunch pun tak melakukan upaya keras untuk mendapati status Facebook Gopman pada masa lampau. Ketika mencari nama Gopman di mesin pencari, beberapa media kala itu sudah memberitakan soal status tersebut.

Kejadian ini lagi-lagi mengingatkan kita bahwa sikap di internet bisa menentukan masa depan. Sebaiknya, sebelum membagi apa pun di ranah maya, konsekuensinya dipikir matang-matang.

Minggu, 20 November 2016

Cerita di Balik Batalnya Mobil Otonomos LeEco Melenggang di AS

Untuk memulai debutnya di Amerika Serikat, LeEco sebenarnya sudah menyiapkan sebuah produk pamungkas, yakni mobil listrik otonomos (bisa berjalan sendiri) bernama LeSee Pro.



Namun, apa daya. LeEco batal merilis secara resmi perangkat tersebut. Apa pasal?

CEO LeEco Yueting Jia berkisah bahwa sebenarnya sudah ada satu prototipe LeSee Pro yang bisa dipamerkan. Akan tetapi, mobil yang disebutnya sebagai supercar itu "dipinjam" untuk keperluan syuting film Transformers seri terbaru.

"LeSee Pro mengambil bagian dalam Transformers 5 dan saya pikir itu keren," bangga Jia di depan ratusan media, termasuk wartawan Kompas.com Deliusno.

Nah, sebagai penggantinya, LeEco menyatakan bakal membawa LeSee generasi pertama. Namun sial, truk trailer yang membawa produk itu dari Los Angeles ke San Francisco mengalami kecelakaan di tengah perjalanan.

"Kecelakaan itu membuat kerusakan yang serius, kami tidak bisa memperbaikinya tepat waktu," sesal Jia.

Tidak kehilangan akal, LeEco pun langsung menghubungi Michael Bay, sang sutradara Tranformers, untuk meminjam LeSee Pro dari lokasi syuting untuk sementara.

"Setelah berdiskusi dengan Michael Bay, kami akhirnya mengirimkan LeSee Pro dari London (tempat syuting Transformers 5) ke San Francisco," ujar Jia.

Namun, apa daya, pengiriman dari London tersebut mengalami keterlambatan. Pada akhirnya, Jia memutuskan untuk menunda perilisan resmi LeSee Pro di AS.

Punya desain futuristik

Untungnya, menjelang akhir acara, LeEco berhasil membawa LeSee Pro ke tempat pameran untuk sekadar dipajang, bukan dirilis secara resmi. Para media pun diberikan kesempatan untuk mengambil foto mobil pintar itu.

Hadir sebagai mobil konsep, LeSee Pro punya bentuk futuristik. Mobil ini berwarna silver dengan lekukan yang seperti ingin memperlihatkan bawah ia berasal dari masa depan.



Deliusno/Kompas.com
Bagian atas bisa digunakan sebagai "mata" saat mode otonomos


Di bagian atas, terdapat sebuah alat yang berfungsi sebagai "indera penglihatan", yang bisa digunakan saat mobil dalam mode tanpa sopir.


Deliusno/Kompas.com
Setir dapat masuk saat mode otonomos

Kerennya lagi, setir akan masuk ke dashboard ketika mode tanpa sopir dinyalakan. Fungsinya agar pengguna bisa duduk lebih santai dan lega.

Sayangnya, mobil ini baru berupa konsep belaka. LeEco masih belum mau mengungkap harga dan kapan produk ini akan dipasarkan.

LeEco sendiri berjanji untuk memamerkan kembali LeSee Pro pada ajang CES awal tahun 2017 mendatang.

Selasa, 15 November 2016

Indonesia Butuh Ponsel 4G Rp 1 Juta-an Lebih Banyak

Diperlukan lebih dari sekadar edukasi kepada pengguna layanan telekomunikasi 2G jika Indonesia ingin segera bermigrasi ke 4G.



Salah satu caranya dengan memperkenalkan ponsel 4G berharga murah agar masyarakat dengan daya beli rendah bisa ikut mencicipinya.

Country Director Qualcomm Indonesia Shannedy Ong mengatakan, migrasi dari 2G ke 4G ini perlu segera dilakukan agar Indonesia tidak semakin tertinggal dari negara lain.

Selain itu, peralihan tersebut akan mengoptimalkan kinerja 4G di Indonesia. Sebab, penggunaan ponsel 2G di Tanah Air justru "mencaplok" jalur spektrum 4G di frekuensi 1.800 MHz.

Baca: Ini Alasan Sinyal 4G di Indonesia Masih Lemot

Karena itu, Qualcomm Indonesia akan bekerja sama dengan operator telekomunikasi untuk mengedukasi pengguna ponsel tentang pentingnya beralih ke 4G.

Selain itu, perlu ada smartphone 4G dengan harga sangat murah untuk membujuk pemakai ponsel 2G agar pindah ke handset 4G.

"Mungkin harganya sudah bukan di bawah Rp 1 juta lagi, kalau bisa di bawah Rp 800.000 atau Rp 700.000 untuk smartphone 4G," kata Ong di sela-sela acara Qualcomm 4G/5G Summit di Hong Kong, Rabu (19/10/2016).

Menurut Ong, selama ini masyarakat pedesaan, baik itu petani maupun nelayan, belum mendapatkan informasi cukup tentang kebutuhan akan 4G dalam menunjang pekerjaan mereka.

Ia yakin bahwa ketika pengguna ponsel sudah merasakan kenyamanan 4G, maka konsumsi terhadap handset yang lebih baik akan meningkat dengan sendirinya.

"Itu kalau mereka melihat bagaimana (4G menunjang pekerjaan), itu akan dengan sendirinya akan switch ke ponsel yang lebih tinggi," kata Ong.

Kamis, 10 November 2016

Smartphone “Super” Punya 3 Prosesor dan RAM 18 GB

Prosesor mobile masa kini sudah memiliki banyak inti pemrosesan (core CPU), tapi Turing Robotics Industries alias TRI rupanya merasa belum cukup.



Perusahaan ini mengembangkan konsep smartphone super bernama Monolith Chaconne yang berisi bukan satu, bukan dua, tapi tiga prosesor high-end Snapdragon 830 besutan Qualcomm.

Snapdragon 830 sendiri belum resmi diumumkan, namun chip ini diprediksi bakal mulai bermunculan pada smartphone flagship tahun depan.

Sebab itulah, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Phone Arena, Jumat (21/10/2016), TRI menjadwalkan rilis Monolith Chaconne pada 2018 mendatang.

Ketiga “naga” di dalam Monolith Chaconne bakal dibuat bisa bekerja secara pararel dengan teknologi khusus yang dijelaskan oleh CEO TRI, Steve Chao, dalam sebuah newsetter.

Prosesor-prosesor itu dipasangkan dengan RAM berjumlah tak kalah mencengangkan, mencapai 18 GB, berikut media penyimpanan 768 GB.

Spesifikasi lainnya mencakup layar 6,4 inci 4K, sepasang slot micro-SD card 256 GB, dan baterai berbasis sel hidrogen.

Ada juga kamera utama dengan resolusi 60 megapiksel yang terdiri dari 4 unit pengambil gambar, kamera depan 20 megapiksel yang terdiri dari 2 unit, berikut 4 slot nano-SIM.

Sudah selesai? Belum! TRI berencana turut menyematkan keyboard slide-out, dan teknologi augmented reality dengan parallel tracking and mapping.

Bentuknya sendiri terbilang aneh, atau futuristik, dengan layar elips dan tubuh mirip mouse komputer berukuran besar.

Spesifikasi luar biasa dari ponsel “super” ini diperlukan untuk menjalankan proses artificial intelligence, berikut sebuah fitur yang disebut dengan akronim A.L.A.N (mengacu pada pionir komputer Alan Turing yang dijadikan nama perusahaan).

Fitur A.L.A.N rencananya akan dikenalkan dan dijelaskan di waktu yang akan datang. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai jadwal ketersediaan atau harga Monolith Chaconne.